You are here: Home
Obsesi Mengajarkan FOSS pada Siswa SMPN 1 Blega (bag.1)

FOSS atau kepanjangannya Free and Open Source Software merupakan software yang bebas dan terbuka.

Read more...
Membangun Jaringan LAN dan WLAN di SMPN 1 Blega

Fuih!, capek juga ngurusi yang satu ini. Terhitung  hampir sebulan sejak sekolah membeli 10 PC baru

Read more...

Contents' Origin

dtproductions.wordpress.comBeberapa konten di blog ini baik  artikel maupun gambar berasal dari hasil goggling. Saya sedapat mungkin mencantumkan sumber konten demi menghormati karya cipta orang lain, kecuali beberapa konten yang saya lupa sumbernya saya cantumkan sebagai “unknown source”. Anda dapat mengkopi, mengutip dan menerbitkannya di blog atau dimana saja (asal bukan untuk tujuan komersil) dengan tetap mencantumkan sumber asli konten tersebut.
Arah Pembelajaran Bahasa Inggris Print
Written by taufik   

 

 

 

 

source:blog.idfacebook.comTahukah kalian bahwa Bahasa Inggris yang diajarkan di sekolah-sekolah (SD, SMP, dan SMA) di negara kita dewasa ini mengikuti pemikiran Halliday yang lebih menyoroti bahasa sebagai alat interaksi sosial (sosiolinguistik) ketimbang sebagai objek pengetahuan.

 

Oleh karena itu siswa jaman sekarang diajarkan bagaimana menggunakan bahasa Inggris secara praktis untuk memenuhi kebutuhan yang bakal dihadapinya sehari-hari. Makanya pelajaran Bahasa Inggris kalian dipenuhi materi-materi yang mengasah 4 keterampilan (listening, speaking, reading, dan writing) kalian untuk memahami dan menggunakan teks-teks yang ada disekitar kita, seperti teks monolog, fungsional, dan dialog (transaksional dan interpersonal). Materi ini cenderung berbeda dibanding dengan materi Bahasa Inggris pada 10-15 tahun yang lalu dimana materi Bahasa Inggris lebih dipenuhi dengan structure atau grammar. Memang waktu itu arah pelajaran Bahasa Inggris masih mengikuti pemikiran Noam Chomsky yang memandang bahwa bahasa merupakan seperangkat aturan (structure). Kedua pemikiran di bidang linguistik (kebahasaan) ini sebenarnya sama-sama penting dan walaupun berbeda namun saling mengisi, terutama untuk melandasi visi dan tujuan pembelajaran Bahasa Inggris bagi siswa.

 

Disatu sisi belajar Bahasa Inggris saat ini terasa lebih mudah bagi siswa. Karena siswa tidak atau sedikit dipusingkan dengan materi structure. materi Bahasa Inggris tampak lebih menyenangkan dan lebih friendly bagi siswa karena yang mereka temui adalah teks-teks yang ada disekitarnya. Hal ini sesuai dengan tujuan kurikuler Bahasa Inggris sebagaimana dijabarkan dalam SI (standar Isi) yang diputuskan oleh Mendiknas dalam Permendiknas No. 22 Tahun 2006. Namun disisi lain, untuk mampu memahami teks-teks tersebut kalian dituntut memiliki penguasaan terhadap structure. Tanpa itu, akan ada suatu kesempatan dimana kalian akan memahami isi teks dengan salah. Yah gak masalah kalo itu terjadi waktu mengerjakan PR, tapi kalo pas ulangan, UTS, atau UAS? bisa kacau dunia persilatan. Lebih mudah tapi lebih kompleks, bukan?.

Comments (2)

 
me2.jpg

Riset Pengunjung

Apa status anda
 

Who's Online

We have 20 guests online


Artikel

Mastery Learning at a Glance

 

Mastery learning is a study philosophy based on ascription that any student can learn when he/she is given enough time and adequate opportunity in learning.

Read more...
Kode Etik Guru Indonesia
 
Guru Indonesia menyadari, bahwa pendidikan adalah bidang pengabdian terhadap Tuhan Yang Maha Esa, bangsa, dan negara, serta kemanusiaan pada umumnya.
Read more...
Otokritik Kode Etik Guru

 

Saya setuju bahwa kode etik guru bertujuan baik. Namun bukan berarti sesuatu yang bertujuan baik akan menciptakan hal-hal baik secara otomatis.

Read more...
© 2010 OpenKnowledge
Joomla! is Free Software released under the GNU General Public License.
Free Template - Powered By Camp26 Team